Langsung ke konten utama

Daftar Raja kerajaan Sanggar

Kerajaan Sanggar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kerajaan Sanggar adalah satu dari tiga kerajaan yang berada di lereng Gunung Tambora. Dua kerajaan lainnya, yaitu Tambora dan Pekat, yang disebut dalam berbagai literatur telah musnah akibat letusan gunung Tambora tahun 1815.

Daftar Raja kerajaan Sanggar

c.1700 - 1704 Kalongkong Hasanuddin
1704 - c.1764 Daeng Pamalie
1765 - 17.. Muhammad Johan Syah
17.. - 1790 Adam Safiallah
1790 - 1805 Muhammad Sulaiman
1805 - 18.. Ismail Ali
18.. - 1836 La Lisa Daeng Jaie
1836 - 1845 Daeng Malabba
1845 - 1869 Manga Daeng Manasse
1869 - 22 Dec 1900 La Kamena Daeng Anjong (b. c.1820 - d. 1900)
22 Dec 1900 - 1901 majlis perajaan Sanggar
1901 - 1926 Abdullah Siamsuddin Daeng Manggala (d. c.1928)




Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dang Hyang Nirartha

Dang Hyang Nirartha Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Pedanda Sakti Wawu Rauh ) Pengenalan tahta kosong Padmasana sebagai tempat untuk Dewa Agung Acintya , merupakan hasil pergerakan reformasi yang dipimpin oleh Dang Hyang Nirartha, pada saat tersebut Islam sedang meluar dari barat melalui pulau Jawa . [1] Danghyang Nirartha juga dikenal dengan sebutan Pedanda Shakti Wawu Rauh atau Danghyang Dwijendra adalah seorang tokoh agama Saivis di Bali dan seorang pengelana Hindu abad ke-16 Masehi. Ia adalah pendiri ajaran Shaivisme di Bali. [2] Daftar isi 1 Kehidupan awal 2 Setelah kedatangan 3 Arsitektur 4 Karya religi 5 Lihat pula 6 Referensi Kehidupan awal Pada awal tahun 1537, Ia meninggalkan kota Blambangan bersama dengan keluarganya untuk menjadi kepala penasihat Raja Gelgel, Dalem Baturenggong . Ia meninggalkan wilayah kerajaan Blambangan setelah salah satu istri dari maj...

Rabithah Alawiyah

Rabithah Alawiyah Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Lambang Rabithah Alawiyah Rabithah Alawiyah (arab: الرابطة العلوية) adalah suatu organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Pada umumnya organisasi ini mengimpun WNI keturunan Arab, khususnya yang memiliki keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Organisasi ini berdiri pada tanggal 27 Desember 1928 tidak lama setelah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Daftar isi 1 Latar belakang 2 Kepengurusan 2006-2011 3 Kepengurusan 2011-2016 4 Referensi 5 Pranala luar Latar belakang Dalam rangka memelihara dan meningkatkan harkat dan martabat umat Islam di Indonesia, khususnya keluarga Alawiyyin melalui usaha-usaha sosial kemasyarakatan dan pendidikan serta da’wah Islamiyah melalui pembinaan akhlak karimah serta ukhuwah Islamiyah dalam persatuan berbangsa dan bernegara, maka dua bulan setelah peristiwa Sumpah Pemuda, beberapa tokoh ...